PT.A.W.Faber Castell Indonesia merupakan perusahaan yang berdiri dibidang industri alat tulis yang memproduksi pensil tulis graphite dan pensil warna. Permasalahan yang terjadi di PT.A.W.Faber Castell Indonesia adalah terdapatnya presentase defect yang tinggi mencapai 3%, Sedangkan toleransi defect yang telah ditetapkan oleh perusahaan adalah 0,72%. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode DMAIC serta dilakukan Improve dengan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) untuk mencari akar penyebab defect yang terjadi dan memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan 5W + 1H. Selanjutnya diperoleh jenis defect tertinggi adalah defect kerataan cat, permukaan pensil kasar dan kualitas stamping. Dihasilkan nilai RPN terhadap defect kerataan cat dengan nilai RPN tertinggi mode kegagalan mesin yaitu 384, Potensi dari efek kegagalan mesin adalah roll trasnport mengalami keausan.Nilai RPN terhadap Defect permukaan kasar dengan nilai tertinggi mode kesalahan metode dengan nilai RPN 294, potensi dari efek kesalahan metode adalah karena setting serat kayu tidak searah dengan roll perata.