PT Yogma Wijaya Kusuma merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi yang dimana dalam setiap projek yang dikerjakan pasti memiliki defect yang dimana defect diantaranya yaitu defect flux, defect pengukuran, defect lecet, defect label, adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui defect dominan melalui clustering yang dialami oleh PT. Yogma Wijaya Kusuma, mengetahui penyebab terjadinya defect pada defect dominan yang terjadi dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi defect produk yang diproduksi oleh PT. Yogma Wijaya Kusuma. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dari hasil penelitian ini metode penelitian menggunakan clustering k-means, berdasarkan hasil penelitian ini hasil pemodelan atau perhitungan dengan k-means clustering diketahui defect tertinggi yaitu flux ringan dengan nilai 2,942, pengukuran ringan dengan nilai 12,201, dan lecet ringan dengan nilai 7,590. Usulan perbaikan yang dapat diberikan diajukan secara komprehensif mencakup berbagai aspek yang dapat mempengaruhi kualitas produk.