PT. Rajawali Mitra Pratama merupakan salah satu perusahaan industri yang sebelumnya bergerak dibidang Trading dan Trucking. Selain menyediakan consumable part dan jasa trucking, PT. Rajawali Mitra Pratama kini sudah merambah kedalam manufaktur yaitu proses produksi sewing. Perusahaan mengalami permasalahan dalam proses produksinya, yakni ditemukan tingginya persentase defect yang melebihi standar defect pada perusahaan yang sudah ditentukan. Hal ini berdampak pada terbuangnya bahan baku akibat proses repair yang terlalu sering. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor dominan yang mempengaruhi terjadinya produk cacat (defect), untuk mengetahui untuk mengetahui cara menurunkan tingkat defect pada kualitas produk spacer spring, untuk mengetahui nilai manfaat finansial di PT. Rajawali Mitra Pratama, dalam permasalahan ini, penulis menggunakan metode Six Sigma. Hasil dari penelitian, didapatkan adanya kondisi mesin yang kurang optimal dan ada operator yang tidak menjalankan SOP dengan baik. Selanjutnya perlu perbaikan pada schedule preventif mesin, lalu diadakan sumbang saran dengan operator agar tidak asal setting speed pada remote mesin. Terdapat nilai manfaat finansial yang didapat dengan adanya penelitian ini perusahaan dapat mengurangi scrap/NG di setiap bulannya. Dimana perusahaan menghemat finansial sebesar Rp. 348.500 per bulan untuk defect scrap material spacer, dan overtime repair sebesar Rp. 93.334 per bulan.