PT. KLM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dengan salah satu produknya adalah kabin truk. Pada proses topcoat rata rata persentase defect melebihi batas toleransi 5%. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan menentukan akar masalah dominan penyebab defect. Metode yang dilakukan di dalam penelitian adalah dengan tahapan DMAIC. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa akar masalah dominan terjadi pada faktor mesin, faktor material, faktor metode dan faktor manusia, sehingga terdapat mayoritas defect yaitu sagging, dirty paint, popping dan thin. Usulan perbaikan dilakukan pada faktor mesin (sagging, thin, popping), faktor material (sagging, popping, thin, dirty paint), faktor metode (sagging, popping, thin, dirty paint), faktor manusia (dirty paint). Perbaikan ini berhasil mengurangi jumlah defect dari 1903 unit menjadi 626 unit serta meningkatkan nilai sigma dari 3,97 menjadi 4,34. Kenaikan sebesar 9,4%, nilai sigma tersebut sudah melebihi standart yang ditentukan perusahaan sebesar 3,99.