Tingkat kesehatan di Indonesia masih menjadi tantangan yang signifikan di setiap wilayah, termasuk di Kabupaten Cirebon, terutama dalam konteks kesehatan bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk memperhatikan tingkat kesehatan bayi dan balita di Kabupaten Cirebon dengan menerapkan klasterisasi. Penelitian ini mencakup 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari situs opendata.cirebonkab.go.id dan mencakup data kesehatan bayi dan balita pada tahun 2021-2022. Data tersebut meliputi indikator-indikator seperti angka kematian bayi, angka kematian balita, angka balita penderita diare, dan status gizi. Indikator-indikator ini dipilih karena mencerminkan tingkat keparahan masalah kesehatan di kalangan bayi dan balita. Metode klasterisasi digunakan untuk menentukan tingkat kesehatan bayi dan balita di setiap kecamatan. Algoritma K-Means diterapkan untuk mengklasterisasi setiap kecamatan berdasarkan indikator-indikator tingkat kesehatan tersebut.