Bencana memiliki dampak yang luar biasa terhadap masyarakat salah satu dampak dari bencana alam yaitu kerusakan bangunan, provinsi yang sangat rawan terjadinya bencana alam yaitu provinsi Jawa Barat dan mengakibatkan banyaknya kerusakan bangunan akibat bencana, solusi dari bencana ini perlu adanya bantuan bangunan yang disebabkan oleh bencana alam. Pada penelitian ini membahas tentang penerapan algoritma Clustering K-Means untuk penerima bantuan akibat bencana alam, penelitian ini mengambil data dari open data Jawa Barat dengan data set kerusakan rumah data ini terdiri dari tahun 2012-2022 meliputi 27 Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode Cross- Industry Standard Process for Data Mining (CRISPDM) yang memiliki enam tahapan. Hasil data yang diolah dengan menggunakan K-Means clustering terbagi menjadi 4 cluster yaitu, tingkat clustersangat prioritas (C0), tingkat cluster prioritas (C1), tingkat cluster kurang prioritas (C2), dan tingkat cluster tidak prioritas (C3), Dalam penelitian ini cluster yang sangat prioritas dalam penerimaan bantuan adalah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Tasikmalaya.