Di Indonesia, sistem pemerintahan yang diterapkan adalah demokrasi, salah satu ciri utamanya adalah pemilihan umum secara berkala. Media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi platform utama bagi masyarakat untuk berdiskusi dan menyampaikan opini terkait berbagai isu, termasuk proses pemilu dan hasil real count, terdapat beragam pendapat masyarakat yang mencerminkan kecurigaan terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan dalam proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap hasil Real Count KPU 2024 berdasarkan komentar di Instagram. Metode yang digunakan adalah algoritma Naive Bayes dan Support Vector Machine untuk mengklasifikasikan sentimen menjadi positif dan negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total 1.500 komentar, 865 komentar bersentimen negatif, sementara 635 komentar bersentimen positif. Untuk pengujian model, dataset dibagi menjadi beberapa rasio. Pada rasio 70:30, akurasi Naïve Bayes menghasilkan 73% dan Support Vector Machine 76%. Pada rasio 80:20, akurasi Naïve Bayes sebesar 77% dan Support Vector Machine 76%. Pada rasio 90:10, hasil akurasi Naïve Bayes sebesar 81% dan Support Vector Machine 75%. Hal ini menunjukkan Naïve Bayes menghasilkan akurasi lebih tinggi pada rasio 90:10 dan 80:20, sedangkan Support Vector Machine menghasilkan akurasi lebih tinggi hanya pada rasio 70:30. Dapat disimpulkan bahwa metode Naive Bayes lebih unggul dengan rasio 90:10 dalam menganalisis sentimen masyarakat terhadap hasil Real Count KPU 2024 daripada Support Vector Machine.