Peningkatan persaingan global mendorong sektor pendidikan untuk berinovasi dengan menggunakan teknologi informasi, seperti penerapan website sebagai media pendaftaran siswa baru. Namun, kendala infrastruktur teknologi, keterbatasan SDM yang terampil, dan biaya tinggi menghambat penerapan tersebut di sebagian besar sekolah, termasuk SD Santo Yusup di Bekasi. Metode pendaftaran siswa baru secara manual di SD Santo Yusup menyebabkan penurunan jumlah pendaftar. Untuk mengatasi masalah ini, pengembangan website sebagai sistem pendaftaran diusulkan sebagai solusi, memungkinkan akses pendaftaran yang lebih mudah dari mana saja dengan koneksi internet. Penelitian ini mengimplementasikan Algoritma Haversine dalam manajemen sistem penerimaan siswa baru berbasis website, yang dirancang untuk menghitung jarak antara dua titik berdasarkan koordinat lintang dan bujur, dan digunakan dalam sistem zonasi untuk PPDB di Indonesia.