Pada perusahaan Astra International ditemukan fenomena rekonsiliasi pada bagian penyusutan aset dimana terdapat perbedaan metode penyusutan yang berbeda untuk laporan keuangan komersial dibandingkan dengan laporan keuangan fiskal tujuan penelitian: 1. Untuk mengetahui penghitungan Rekonsiliasi Fiskal pada PT Dwiputra Karya Sukses 2. Untuk mengetahui penghitungan pajak yang terutang pada PT Dwiputra Karya Sukses 3. Untuk mengetahui perhitungan perbandingan laba komersial dan laba fiskal Jenis metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif. Menurut Bogdan dan Biklen dalam Sugiyono (2020:7) metode penelitian kualitatif deskriptif adalah pengumpulan data yang berbentuk kata-kata atau gambar-gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Data yang terkumpul setelah dianalisis selanjutnya dideskripsikan sehingga mudah dipahami oleh orang lain.Dengan melakukan Rekonsiliasi Fiskal yang tepat maka PT Dwiputra Karya Sukses dapa melihat perbandingan antara Penghasilan Kena Pajak (PKP) yaitu sebelum melakukan koreksi fiskal sebesar Rp. 52.777.780 dan sesudah Koreksi Fiskal sebesar Rp 52.607.673. perbedaan Penghasilan Kena Pajak (PKP) juga mengakibatkan pebedaan Pajak Penghasilan Terutang yang akan dibayarkan. Jumlah pajak penghasilan sebelum dilakukan koreksi fiskal sebesar Rp. 5.808.555 dan jumlah pajak penghasilan sesudah dilakukannya koreksi fiskal sebesar Rp. 4.665.952. Terdapat selisih pajak penghasilan terutang sebesar Rp. 1.142.603.Rekonsiliasi Fiskal terhadap laporan keuangan komersial berkaitan erat satu sama lain. Karena beawal dari pendapatan dan biaya hingga penyusunan labarugi fiskal dan berakhir pada pajak penghasilan yang harus dibayar perusahaan.