Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komunikasi virtual yang dilakukan pemain Perempuan Game Online Mobile Legends dan menganalisis pesan makna Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang dialami pemain Perempuan dalam bermain Game Online Mobile Legends. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi virtual. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partispan, dokumentasi, dan wawancara. Subjek dalam penelitian 9 informan terdiri dari 6 korban yang mengalami kekerasan berbasis gender di game Mobile Legends dari komunitas Circle Luna Nera dan 3 pelaku yang ditemukan pada saat bermain game Mobile Legends melalui observasi. informan dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa komunikasi virtual pemain Perempuan game Mobile Legends terjadi melalui model komunikasi vitual hyperpersonal terdiri dari unsur Senders, Receivers, Messages, Channel, dan Feedback. Proses komunikasi virtual pemain Perempuan dianalisis menggunakan 4 level analisis media siber mulai dari level ruang media pemain Perempuan menggunakan identitas, fitur, dan channel komunikasi di game Mobile Legends. Pada level dokumen media terdapat topik diskusi. Pada level objek media terdapat bentuk komunikasi dua arah antara pemain Perempuan dan pelaku KBGO dan istilah kata yang hanya dipahami komunitas tertentu. Terakhir pada level pengalaman pemain Perempuan merasakan pengalaman interaksi dengan pemain lainnya dan pelaku KBGO saat bermain game Mobile Legends. Pesan makna kekerasan berbasis gender online (KBGO) dialami pemain Perempuan pada jenis KBGO Cyber Harassment, Sexting, Cyber Hacking, Cyber Stalking, Cyber Recruitment dan Malicious Distirbution melalui fitur komunikasi teks chat dan channel komunikasi In-game. Pesan makna kekerasan yang dialami pemain Perempuan ditemukan pada visualisasi word cloud berupa kata-kata merendahkan gender, hinaan seksual, kata-kata kasar dan sebagainya. Teori Apathetic Villager mengarahkan hasil temuan penelitian ini bahwa pemain Perempuan game Mobile Legends komunitas Circle Luna Nera mayoritas memiliki sikap apatis atau terbiasa terhadap kekerasan yang terjadi di dalam game Mobile Legends namun ada sebagian pemain Perempuan berusaha melawan KBGO tersebut.