Penelitian ini membahas tentang keterbukaan diri dalam komunikasi impersonal antara pengemudi dan customer Gojek di Shelter Stasiun Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbukaan diri yang terjadi pada pengemudi gojek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi keterlibatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima orang pengemudi Gojek di Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan diri pengemudi gojek dalam komunikasi impersonal memiliki bentuk dan karakteristik tersendiri, seperti mempertimbangkan situasi yang tepat, motivasi yang bersifat fungsional, pemilihan waktu, serta keintensifan dan kedalaman yang bersifat situasional. Selain itu, terdapat lima faktor yang mendorong keterbukaan diri, yaitu: respon lawan bicara, efek diadik, topik pembicaraan, kepribadian pengemudi, serta jenis hubungan yang tidak setara antara pengemudi dan pelanggan. Keterbukaan diri dilakukan sebagai bagian dari strategi komunikasi untuk menciptakan kesan positif, menjaga kinerja akun, atau mendapatkan tip. Penelitian ini memperluas dan merupakan pengembangan konsep dari Altman & Taylor. Hal ini dikarenakan dalam penelitian ini, ditemukan adanya variabel yang tidak dijelaskan sebelumnya yaitu respon dari lawan bicara dan jenis hubungan yang tidak setara.