CV. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang engineering dan fabrication, salah satunya memproduksi sepatu garpu forklift. Dalam proses produksinya, operator dituntut bekerja secara fisik dan mental, namun ditemukan berbagai permasalahan seperti tingginya absensi, keluhan kelelahan, dan tidak tercapainya target produksi. Hal ini menunjukkan adanya beban kerja yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja karyawan menggunakan metode NASA-TLX (untuk beban kerja mental) dan metode CVL (untuk beban kerja fisik). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan pengukuran denyut nadi terhadap 10 operator produksi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor NASA-TLX sebesar 75,35 (kategori tinggi), dengan dimensi effort dan mental demand sebagai penyumbang utama beban mental. Nilai CVL rata-rata sebesar 39,04%, termasuk kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa beban kerja karyawan masih di atas ambang optimal, sehingga diperlukan perbaikan melalui redistribusi tugas, pembatasan lembur, dan penataan ulang lingkungan kerja agar lebih ergonomis.