PT Sanoh Indonesia perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang otomotif. Masalah yang ditemukan terjadinya kerusakan pada mesin CNC Bender yang memproduksi Tube Brake. Karena mesin tersebut memiliki frekuensi breakdown sebesar 56% dari total breakdown keseluruhan. Pembahasan ini mengenai breakdown menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terjadi pada proses produksi Tube Brake pada mesin mesin CNC Bender. Dari hasil analisis OEE yang telah dilakukan perhitungan diketahui bahwa nilai OEE mesin CNC Bender sebesar 64,35% yang artinya nilai tersebut belum mencapai standar word class yang telah ditentukan. Dilanjut melakukan analisis six big losses untuk mengetahui faktor kerusakan terbesar yang terjadi pada mesin di diketahui nilai losses reduced speed losses dengan persentase 24,04% dan equipment failure losses dengan persentase 20,11%. Penyelesaian dari permasalahan tersebut dilakukan perhitungan untuk memberikan usulan perbaikan yang dapat diperkirakan bahwa OEE akan meningkat menjadi 86,11%.