Penjadwalan Preventive Maintenance untuk Komponen Kritis Pada Line Canning Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) di PT. Sinde Budi Sentosa
Penelitian ini membahas penerapan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dalam penyusunan penjadwalan prevevntive maintenance pada Line Canning di PT. Sinde Budi Sentosa. Latar belakang penelitian adalah tingginya downtime pada Line Canning yang rata-rata mencapai 7,89% pada tahun 2024, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 6% per bulan. Melalui analisis data downtime dan pendekatan Fishbone Diagram, ditemukan bahwa mesin Filler dan Seamer merupakan penyumbang downtime terbesar, dengan komponen kritis seperti Filling Valve, Sensor Counter dan Starwheel. Metode RCM digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan, dampaknya, serta menentukan Risk Priority Number (RPN) melalui analisis FMEA. Komponen Filling Valve memiliki RPN tertinggi (288), sehingga menjadi prioritas utama dalam penjadwalan pemeliharaan. Berdasarkan perhitungan Mean Time To Failure (MTTF) di dapat sebesar 3.671,66 menit dan Mean Time To Repair (MTTR) sebesar 110,57 menit, jadwal preventive maintenance disusun dengan interval perawatan yang disesuaikan dengan tingkat resiko. Hasil analisis biaya menunjukkan bahwa preventive maintenance lebih efisien secara ekonomi dibandingkan corrective maintenance, dengan potensi penghematan biaya hingga 80%. Implementasi strategi ini diharapkan dapat menurunkan downtime, meningkatkan keandalan mesin, serta mendukung efisiensi produksi perusahaan secara berkelanjutan.