Penelitian ini bertujuan merancang ulang meja kerja operator pada proses produksi valve di PT VMI dengan pendekatan ergonomi untuk mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal (MSDs). Observasi awal menunjukkan meja kerja lama memaksa operator bekerja dalam postur tidak ergonomis seperti membungkuk dan jongkok, sehingga menimbulkan keluhan pada leher, punggung, pinggul, dan tangan. Untuk menganalisis permasalahan dan menentukan solusi, digunakan metode Nordic Body Map (NBM), Quality Function Deployment (QFD), dan antropometri. Hasil kuesioner NBM dari 10 operator menunjukkan keluhan dominan pada pinggul, punggung, dan tangan, sedangkan analisis Voice of Customer (VoC) mengidentifikasi enam kebutuhan utama, termasuk meja yang nyaman, desain ergonomis, dan ruang gerak cukup.