PT. HTI adalah salah satu perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur yang memproduksi ban kendaraan, pada kegiatan proses produksinya, waktu downtime yang terjadi selama 1 tahun terakhir adalah selama 1048.53 Jam dengan waktu downtime tertinggi terjadi pada mesin mixing yaitu selama 544,20 Jam, tingginya waktu downtime pada mesin mixing mengakibatkan kegiatan proses produksi yang dilakukan pada proses mixing hanya mampu mencapai rata-rata 79% dari target yang ditetapkan. Melihat permasalahan yang dialami oleh PT. HTI, perlu dilakukannya penelitian untuk mengukur performa dari mesin mixing dengan menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE) kemudian dilakukan analisa kerugian menggunakan metode Six Big Losses. Berdasarkan hasil analisa, performa dari mesin mixing belum berjalan secara ideal dengan nilai OEE sebesar 66%, setelah dilakukan analisa dengan metode six big losses kerugian terbesar yang menyebabkan performa mesin mixing menurun adalah kerugian akibat speed losses dengan persentase sebesar 82%. Dari hasil FMEA, dari 3 mode kegagalan pada mesin mixing, yang menjadi penyebab utama dari kerugian akibat speed losses adalah dust collector ngebul. Setelah dilakukan analisa akar masalah dengan fishbone dan rekomendasi perbaikan yang diberikan dengan 5W+1H dapat meningkatkan performa mesin mixing hingga pada performa yang ideal dengan nilai OEE setelah improvement adalah sebesar 90%.