Penelitian ini menganalisis pemborosan dalam proses produksi aluminium foil di PT Indoaluminium Intikarsa Industri menggunakan pendekatan Lean Manufacturing dengan Value Stream Mapping (VSM). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumen internal. Tahun 2024, realisasi produksi belum memenuhi permintaan pelanggan, dengan mesin Pittsburgh sebagai penyumbang downtime terbesar hingga 232.019 menit, terutama akibat penjadwalan PPIC yang kurang sinkron. Pemetaan Current State VSM menunjukkan total lead time produksi sebesar 7.586 menit, dengan waktu value added (VA) 5.825 menit (77%) dan non-value added (NVA) 763 menit (10%). Pemborosan waktu terbesar berupa delay pada proses Pittsburgh sebesar 444 menit dan 319 menit. Process Activity Mapping mengidentifikasi 18 aktivitas VA, 22 NNVA, dan 2 aktivitas NVA. Setelah dilakukan analisis akar penyebab dengan fishbone diagram, disusun Future State VSM yang mengusulkan sinkronisasi jadwal PPIC, perbaikan aliran informasi, dan peningkatan koordinasi antar bagian. Usulan ini menurunkan total lead time dari 7.586 menit menjadi 6.823 menit, meningkatkan rasio nilai tambah (VAR) dari 77% menjadi 85%, serta menghilangkan aktivitas NVA sepenuhnya. Penerapan lean berbasis VSM diharapkan meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki aliran proses, mengurangi downtime, dan memperkecil gap antara permintaan dengan realisasi produksi, sehingga perusahaan dapat lebih responsif dan kompetitif di pasar. Penelitian ini dibatasi pada tahap usulan tanpa implementasi langsung.