Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi part Continuously Variable Transmission (CVT) di PT Tjokro Asahi Cemerlang Indonesia melalui pendekatan Lean Manufacturing dengan metode Value Stream Mapping (VSM). Fokus diarahkan pada proses burrytory yang dilakukan oleh subkontraktor, karena berdasarkan data Januari–Juni 2024, proses ini mencatat tingkat cacat tertinggi sebesar 2,5%, melebihi standar maksimal 1,5%, sehingga berdampak pada keterlambatan produksi dan penurunan output. Metodologi yang digunakan mencakup analisis akar masalah dengan Fishbone Diagram, pemetaan aliran proses (VSM), serta identifikasi pemborosan menggunakan Process Activity Mapping. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas non-value added terjadi pada proses burrytory oleh subkontraktor. Solusi yang diusulkan adalah penggantian proses burrytory manual di subkontraktor dengan optimalisasi proses trimming press internal. Future State Mapping menunjukkan potensi penurunan pemborosan dan waktu siklus secara signifikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan perusahaan dalam meningkatkan kualitas, mengurangi waste, serta mempercepat lead time produksi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penerapan Lean Manufacturing pada industri pengecoran logam aluminium.