Penelitian ini membahas analisis breakdown time menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Fault Tree Analysis (FTA) pada PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Indramayu, perusahaan di bidang energi listrik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya downtime sebesar 1.166 jam, dengan 87% (1.009 jam) berasal dari unplanned outage, yang menyebabkan tidak tercapainya Key Performance Indicator (KPI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai OEE, mengidentifikasi penyebab downtime, serta memberikan usulan perbaikan. Metode OEE digunakan untuk mengukur secara spesifik dampak downtime terhadap efektivitas mesin, sehingga mempermudah identifikasi dan penanganan akar penyebab kehilangan waktu produksi. Sementara itu, metode FTA digunakan untuk melengkapi analisis OEE dengan mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dari kegagalan sistem secara sistematis dan logis. Hasil penelitian menunjukkan nilai OEE sebelumnya 76% dan setelah perbaikan 81%. Usulan perbaikan pemasangan sensor monitoring berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau tren arus dan temperatur motor mill (pulverizer) secara real time. Penerapan usulan ini apabila dilaksanakan mampu mengurangi downtime 35% dari 1.166 jam menjadi 760 jam.