Penelitian ini dilakukan di Rumah Sablon 354 yang bergerak di bidang jasa sablon kaos, dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki cacat produksi, khususnya cacat sablon salah cetak yang menjadi salah satu masalah utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eight Step Practical Problem Solving yang dikombinasikan dengan alat bantu seperti Check Sheet, Pareto Diagram, Fishbone Diagram, 5W+1H, dan Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama penyebab cacat adalah kelalaian operator, kurangnya pelatihan, tidak adanya panduan kerja visual, dan kurangnya perawatan mesin. Setelah dilakukan perbaikan melalui beberapa tindakan seperti pelatihan rutin, pemasangan SOP visual, penjadwalan istirahat singkat, dan perawatan mesin berkala, terjadi penurunan jumlah cacat sablon salah cetak secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan sistematis dengan metode delapan langkah dapat meningkatkan kualitas produksi dan efisiensi kerja di Rumah Sablon 354.