Penelitian ini dilakukan untuk merancang sistem pengendalian persediaan yang optimal pada bagian Pipe Asm di PT. Suku Cadang yang selama ini menghadapi permasalahan kelebihan stok dan biaya penyimpanan yang tinggi. Data tahun 2024 menunjukkan pembelian bagian Pipe Asm mencapai 15.574 item dengan kebutuhan hanya 9.720 item, sehingga terdapat sisa stok 5.854 item yang memerlukan biaya penyimpanan signifikan. Permasalahan tersebut disebabkan metode pengendalian persediaan yang masih konvensional tanpa perencanaan kebutuhan maksimal, Stok Pengaman, dan Titik Pemesanan Kembali yang jelas. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitas Pesanan Berkala untuk menentukan interval pemesanan optimal dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, serta Sistem Tinjauan Berkelanjutan untuk memantau persediaan secara terus menerus dan menentukan Titik Pemesanan Kembali yang tepat. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara, sedangkan data sekunder berupa catatan perusahaan seperti permintaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan waktu produksi. Hasil perhitungan menunjukkan metode Kuantitas Pesanan Berkala mampu mengurangi frekuensi pemesanan, mengefisienkan biaya penyimpanan, dan menurunkan risiko terjadinya kelebihan stok. Sementara itu, penerapan dari Sistem Tinjauan Berkelanjutan menghasilkan titik pemesanan ulang dan juga ukuran pemesanan optimal sehingga meminimalkan risiko kekurangan stok dan meningkatkan kelancaran proses produksi. Penerapan kedua metode ini secara simultan diharapkan mampu menurunkan total biaya persediaan, menjaga ketersediaan pada bagian Pipe Asm secara optimal, serta mendukung efisiensi operasional perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu.