Penataan gudang yang kurang efisien dapat menyebabkan keterlambatan dalam proses pencarian dan pengiriman barang, terutama pada aktivitas ekspor yang melibatkan berbagai jenis produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar produk ekspor dengan menerapkan algoritma Apriori, sebagai dasar dalam pengelompokan dan penataan ulang tata letak gudang. Data diambil dari aktivitas ekspor perusahaan selama Januari hingga Maret 2024 dan difilter menjadi 20 transaksi berdasarkan klasifikasi produk (A–T). Hasil penerapan algoritma Apriori menunjukkan bahwa terdapat asosiasi yang kuat antar produk, seperti Swatches ⇒ Sample Garment dan Cranial ⇔ Wighs Human Hair dengan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan zonasi produk untuk meminimalkan waktu pencarian barang. Evaluasi desain tata letak baru menunjukkan adanya peningkatan efisiensi, ditandai dengan penurunan rata-rata waktu pencarian dari 14,95 menit menjadi 11,11 menit, atau setara dengan peningkatan efisiensi sebesar ±25–30%. Penelitian ini membuktikan bahwa algoritma asosiasi dapat digunakan sebagai pendekatan berbasis data dalam optimalisasi operasional gudang.