Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan fisik dan mental pada petugas satuan pengamanan (Satpam) di Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bekasi yang bekerja dalam sistem shift. Permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat kelelahan yang dapat berdampak pada produktivitas, kesehatan, serta peningkatan ketidakhadiran kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) untuk mengukur kelelahan fisik dan NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur beban kerja mental, dilengkapi dengan pengukuran denyut jantung sebagai data pendukung. Penelitian dilakukan terhadap 12 petugas Satpam yang bekerja dengan sistem rotasi 3 shift. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar petugas mengalami tingkat kelelahan sedang hingga tinggi, baik dari segi fisik maupun mental. Dimensi kantuk dan usaha fisik menjadi indikator dominan dalam metode SOFI, sedangkan tuntunan fisik (physical demand) dan tingkat frustasi (frustration level) menjadi komponen tertinggi pada metode NASA-TLX. Temuan ini mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap sistem shift kerja yang diterapkan serta peningkatan manajemen beban kerja agar tingkat kelelahan dapat ditekan dan kesehatan kerja dapat terjaga.