Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprediksi kecacatan pada produk kemasan di PT. Jawara Sinergi Indonesia dengan menerapkan algoritma klasifikasi Naïve Bayes yang berbasis analisis Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah tingginya angka kecacatan pada kemasan jenis standing pouch ziplock, seperti bocor, tidak presisi, dan meleleh, yang berdampak terhadap kualitas produk dan efisiensi produksi. Metode SPC digunakan untuk memantau kestabilan proses produksi melalui peta kendali, sedangkan FMEA digunakan untuk mengidentifikasi risiko kegagalan tertinggi dan penyebab utamanya. Model prediksi dibangun menggunakan algoritma Naïve Bayes berdasarkan atribut-atribut proses produksi seperti suhu, tekanan, kecepatan mesin, dan status operator. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model memiliki akurasi klasifikasi sebesar 94,44% pada data uji, dengan recall 100% untuk kelas cacat dan precision tinggi untuk kedua kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa Naïve Bayes efektif dalam mengenali pola penyebab cacat produk dan dapat diimplementasikan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan pengendalian kualitas secara preventif dan berbasis data.