PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi komponen logam presisi, salah satunya adalah Reinf Pivot Tube Bottom SGS 37, yang berfungsi sebagai bagian dari struktur penopang stang kendaraan roda dua. Perusahaan mengalami masalah ketidaksesuaian antara permintaan pelanggan dan kapasitas produksi pada periode April 2024 hingga Maret 2025. Kapasitas produksi yang tidak konsisten dan cycle time yang melebihi takt time menyebabkan target output tidak tercapai serta menimbulkan bottleneck dan waktu menganggur di beberapa stasiun kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab ketidaksesuaian kapasitas dengan permintaan, menerapkan metode Ranked Positional Weight (RPW) guna menyeimbangkan lintasan produksi dan meningkatkan efisiensi, serta mengetahui manfaat penerapan line balancig dari segi produktivitas dan efisiensi biaya tenaga kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan fokus pada pengukuran efisiensi dan evaluasi hasil perbaikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab utama tidak tercapainya target produksi adalah ketidakseimbangan lintasan produksi. Penumpukan material dan waktu menganggur yang berlebihan disebabkan oleh beban waktu kerja yang tidak merata di stasiun kerja. Jumlah stasiun kerja secara efektif dikurangi dari lima menjadi tiga dengan menggunakan pendekatan RPW. Peningkatan yang terjadi meliputi peningkatan line efficiency dari 55% menjadi 97%, penurunan balance delay dari 45% menjadi 2,3%, dan smoothing index dari 30,02 menjadi 3,9. Selain itu, perusahaan dapat meningkatkan hasil produksi dari 851 unit menjadi 907 unit per hari, serta menghemat Rp 7.000.000 per bulan untuk biaya operasional tenaga kerja. Dengan demikian, produktivitas dan efisiensi sistem produksi PT XYZ meningkat dengan menggunakan pendekatan RPW.