PT. Indoaluminium Intikarsa Industri merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi aluminium berbahan dasar scrap. Dalam proses produksinya, perusahaan memiliki target efisiensi material sebesar 93% untuk menjaga kestabilan biaya produksi dan hasil output. Namun mesin Kobe 2 yang mencatat efisiensi rata- rata sebesar 77% dan persentase material tidak jadi mencapai 18%. Hal ini menunjukkan adanya pemborosan material yang perlu dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya efisiensi material pada mesin Kobe 2 dan memberikan usulan perbaikan agar efisiensi dapat meningkat. Metode yang digunakan adalah metode Quality Control Circle (QCC) melalui delapan langkah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama rendahnya efisiensi material adalah kualitas material yang tidak bersih akibat kurangnya pemakaian flux. Setelah dilakukan tindakan perbaikan yaitu penambahan pemakaian flux dari 16 kg menjadi 30 kg, pembuatan SOP, pelatihan operator, dan penjadwalan penggantian sparepart mesin. Terjadi peningkatan efisiensi material pada mesin Kobe 2 dari rata-rata 77% menjadi 84%. Selain itu, jumlah material yang tidak jadi juga berhasil ditekan hingga 43%. Dengan demikian, penerapan metode QCC terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah efisiensi material di area produksi, serta dapat dijadikan sebagai metode berkelanjutan dalam pengendalian mutu.