Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi lintasan produksi pada proses perakitan PCB auto mounting model ACXA 36040 di PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakseimbangan beban kerja antar stasiun kerja, yang menyebabkan tingginya waktu menganggur (idle time), rendahnya efisiensi lini, serta tidak tercapainya target produksi. Berdasarkan kondisi awal, lintasan terdiri dari 11 stasiun kerja dengan efisiensi hanya 44%, balance delay sebesar 55%, idle time sebesar 233,04 detik, dan smoothness index mencapai 69,14. Penelitian ini menggunakan dua metode line balancing, yaitu Ranked Positional Weight (RPW) dan Killbridge- Wester. Metode RPW menyusun tugas berdasarkan bobot posisi tertinggi, sedangkan Killbridge-Wester menyusun urutan kerja dengan mempertimbangkan durasi dan hubungan antar proses. Setelah diterapkan, kedua metode menunjukkan hasil yang signifikan, jumlah stasiun kerja berkurang menjadi 5, efisiensi lini meningkat hingga 97%, balance delay turun menjadi 3%, idle time menjadi 5,04 detik, dan smoothness index menurun menjadi 2,79. Penerapan metode RPW dan Killbridge-Wester terbukti efektif dalam mendistribusikan beban kerja secara lebih merata, mengurangi waktu tidak produktif, dan meningkatkan efisiensi lintasan. Kedua metode dapat menjadi solusi praktis dalam upaya perbaikan sistem produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa line balancing mampu meminimalkan ketidakseimbangan lintasan secara nyata dan mendorong peningkatan produktivitas kerja secara keseluruhan.