(Studi Kasus: PERUSAHAAN EKSPEDISI. PERUSAHAAN EKSPEDISI merupakan perusahaan persediaan jasa pengiriman barang. Namun Namun selama bulan Mei hingga Oktober 2024 rata- rata defect yang terjadi adalah 2,01% dimana angka tersebut telah melewati standar yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu 1%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan akar faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya defect dan menentukan usulan perbaikan untuk mengurangi terjadinya defect dengan menggunakan metode DMAIC. Dari total 3.965 unit pengiriman, terdapat 80 unit barang yang mengalami kerusakan dengan jenis kerusakan paling dominan adalah bocor sebesar 44%. Dari diagram Fishbone faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya defect diantaranya yaitu manusia, mesin, metode, dan material. Setelah dilakukan FMEA, faktor yang paling berpengaruh disebabkan oleh jalur pengiriman dengan jarak tempuh jauh. Selanjutnya usulan perbaikan dari 5W+1H yaitu memberikan SOP untuk pengiriman yaitu melakukan pemisahan barang mudah pecah dengan barang berat, penandaan barang mudah pecah dan pelatihan operator tentang penanganan barang sesuai jenis dan karakteristiknya. Berdasarkan analisis 5W+1H, diusulkan beberapa perbaikan, antara lain pembuatan SOP pengiriman, pemisahan barang mudah pecah dengan barang berat, penandaan khusus pada barang rentan rusak, serta pelatihan bagi operator mengenai cara penanganan barang sesuai dengan jenis dan karakteristiknya. Dengan implementasi perbaikan tersebut, diharapkan tingkat defect dapat ditekan hingga mencapai atau bahkan di bawah standar yang ditetapkan.