Analisis Beban Kerja Operator Bengkel Bubut Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) dan National Aeronaustics Space Administration Task Load Index (NASA-TLX)
Dalam era persaingan industri manufaktur yang semakin ketat, efisiensi dan produktivitas menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Bengkel bubut sebagai salah satu unit penting dalam lini produksi, menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan beban kerja operator, yang berpotensi menyebabkan keterlambatan produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja operator mesin bubut di CV. DT, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, dengan menggabungkan pendekatan objektif melalui metode Full Time Equivalent (FTE) dan pendekatan subjektif menggunakan metode NASA-TLX. Hasil perhitungan FTE menunjukkan bahwa empat dari enam operator mengalami overload (FTE >1,77), sedangkan dua lainnya underload (FTE 81%). Temuan ini mengindikasikan adanya potensi penurunan efisiensi dan keterlambatan produksi. Solusi diusulkan penambahan satu operator disertai pelatihan bagi operator underload, dengan usulan tersebut didapat nilai FTE tiap Operator menjadi (1,26). Evaluasi distribusi kerja dan kondisi kerja mental menjadi penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas hasil produksi.