Kecelakaan kerja dalam pengoperasian Overhead Crane merupakan salah satu risiko signifikan di industri manufaktur, terutama pada aktivitas pengangkatan dan pemindahan beban berat. Risiko ini berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan pekerja, efisiensi produksi, dan keberlangsungan operasional perusahaan. Penelitian ini dilakukan di PT Duta Hita Jaya dengan tujuan mengidentifikasi potensi bahaya, mengevaluasi tingkat risiko, dan merancang strategi mitigasi kecelakaan kerja melalui pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode HIRA digunakan untuk menilai potensi bahaya berdasarkan kemungkinan kejadian dan tingkat keparahan dampaknya. Sementara itu, HAZOP digunakan untuk menganalisis deviasi dari kondisi operasi normal yang dapat menyebabkan insiden. Identifikasi terhadap delapan aktivitas utama dalam pengoperasian crane menghasilkan sebelas potensi bahaya, dengan rincian tingkat risiko: 18% tinggi, 55% sedang, dan 27% rendah. Risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas penempatan beban, pemeriksaan sistem kelistrikan, dan pengawasan operasional. Deviasi yang diidentifikasi melalui HAZOP mencakup kelebihan beban, kegagalan sistem rem, serta ketidaksesuaian prosedur kerja. Untuk itu, strategi pengendalian yang disarankan meliputi rekayasa teknis, pelatihan K3 bagi operator, penerapan prosedur operasi standar (SOP), dan penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar. Temuan ini diharapkan menjadi acuan dalam meningkatkan sistem manajemen keselamatan kerja di industri manufaktur.