PT. XYZ merupakan perusahaan otomotif yang bergerak dibidang produksi dan perakitan komponen otomotif. Salah satu faktor yang harus diperhatikan perusahaan demi tetap bisa bersaing dengan perusahaan lain adalah masalah kualitas produk yang dihasilkan. Pengendalian kualitas adalah kegiatan untuk memastikan apakah kebijaksanaan dalam hal kualitas standar dapat tercermin dalam hasil akhir. PT. XYZ, sebagai salah satu perusahaan manufaktur, menghadapi permasalahan kecacatan berulang pada line machining khususnya pada produk case bearing yang digunakan pada mesin HUB. Data produksi Case Bearing menghadapi permasalahan rata-rata tingkat kecacatan sebesar 5,78% selama periode Januari–September 2024, yang melebihi batas standar perusahaan sebesar 4%. Permasalahan ini berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan turunnya efisiensi. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) guna menganalisis akar penyebab cacat dan memberikan usulan perbaikan serta standarisasi proses produksi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan pihak terkait di line machining. Tahap Plan dimulai dengan pengumpulan data menggunakan checksheet, histogram, diagram pareto, dan peta kendali untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan, diikuti dengan analisis diagram sebab-akibat (fishbone). Pada tahap Do, dilakukan pemetaan solusi menggunakan metode 5W+1H. Tahap Check mengevaluasi potensi risiko menggunakan FMEA, dengan penghitungan nilai Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum perbaikan tingkat kecacatan adalah 5,78%, lalu setelah diberikan usulan perbaikan tingkat kecacatan menurun menjadi 2,34%. Yang dimana nilai tersebut cukup signifikan karena dibawah batas toleransi perusahaan yaitu sebesar 4%.