PT. Mesin Isuzu Indonesia merupakan perusahaan otomotif yang bergerak di bidang produksi dan perakitan mesin. Salah satu komponen penting dalam mendukung kelancaran produksi khususnya pada perusahaan manufaktur adalah pengendalian persediaan cutting tools, mengingat masa pakai yang terbatas serta potensi kerusakan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, ketersediaan cutting tools harus selalu terjaga secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi pengendalian persediaan secara efisien melalui integrasi metode Economic Order Quantity (EOQ) dan klasifikasi ABC. Perhitungan dilakukan terhadap 82 jenis cutting tools dengan frekuensi penggunaan yang tinggi selama periode Desember 2023 – November 2024. Pemilihan data juga mempertimbangkan perbedaan asal pemasok, yang dibuktikan melalui material code unik dari masing-masing tools. Analisis dilakukan untuk menentukan jumlah pemesanan optimal menggunakan metode EOQ, dilanjutkan dengan analisis Total Inventory Cost (TIC), serta perhitungan safety stock dan reorder point untuk menjaga ketersediaan stok dalam batas aman. Selanjutnya metode Always Better Control (ABC) digunakan untuk menentukan prioritas pengendalian berdasarkan nilai investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total TIC sebelum penerapan EOQ sebesar Rp.1,015,305,707, dan menurun menjadi Rp.554,184,354 setelah EOQ diterapkan, menghasilkan penghematan sebesar Rp.461,121,353 atau sekitar 45,41% per tahun. Sementara itu, hasil klasifikasi ABC menunjukkan bahwa dari 82 jenis cutting tools yang dianalisis, 20 item dikategorikan sebagai kategori A (menyerap 69,4% nilai investasi), 25 item kategori B (20,8% nilai investasi), dan 37 item kategori C (9,7% nilai investasi). Temuan ini menjadi dasar untuk menetapkan kebijakan pengadaan yang lebih efisien, selektif, dan berbasis prioritas.