CV Harapan Baru Bekasi, sebagai perusahaan distribusi makanan Jepang, menghadapi permasalahan dalam departemen logistik, seperti keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, dan ketidaksesuaian produk. Selain itu, terjadi peningkatan absensi karyawan pada tahun 2024. Masalah-masalah ini berdampak langsung pada meningkatnya keluhan pelanggan dan mengindikasikan perlunya sistem evaluasi kinerja karyawan yang lebih objektif. Penilaian kinerja yang digunakan sebelumnya dinilai belum mampu mencerminkan kinerja sebenarnya karena tidak berdasarkan pada perilaku kerja yang konkret. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan metode Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) yang menggabungkan skala penilaian numerik dengan deskripsi perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama lima informan dari berbagai posisi di departemen logistik. Melalui observasi, wawancara, dan FGD, diperoleh empat faktor utama yang dijadikan indikator penilaian, yaitu: Tanggung Jawab (30%), Komunikasi (20%), Kemampuan menyelesaikan pekerjaan (40%), dan Profesionalitas (10%). Masing-masing faktor dijabarkan ke dalam indikator perilaku (anchor) dan dinilai dengan skala likert 1– 5. Penerapan metode BARS menghasilkan sistem penilaian kinerja yang lebih terukur, relevan dengan kondisi nyata di lapangan, dan mampu mengurangi subjektivitas penilaian. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan performa karyawan, memperbaiki proses operasional, serta menurunkan jumlah keluhan pelanggan.