Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya ketidaksesuaian antara permintaan dan persediaan, serta mengembangkan model distribusi beras yang lebih efisien dan responsif melalui penerapan metode Vendor Managed Inventory (VMI) dengan pendekatan program dinamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi berbasis Discrete Event Simulation, dengan pengolahan data melalui pemodelan skenario dan perhitungan variabel seperti safety stock, fill rate, kebutuhan truk, dan inventory level. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa skenario terbaik terdapat pada pengaturan safety stock sebesar satu minggu kebutuhan, yang menghasilkan fill rate sebesar 99,95% serta rata-rata inventory level sebesar 1.326,75 ton. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan VMI berbasis program dinamis mampu mengoptimalkan distribusi beras lokal di Desa Karangmojo, sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya stockout, meningkatkan efisiensi armada distribusi, serta menjaga ketersediaan stok beras di gudang secara lebih stabil dan terukur.