Penelitian ini dilakukan di PT Lionmesh Prima Tbk, perusahaan manufaktur yang memproduksi jaring kawat baja las seperti wire mesh lembaran, roll, dan pagar, dengan tujuan mengevaluasi tingginya tingkat scrap atau produk cacat yang pada April 2024 mencapai 30,9%, jauh melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 2,5%. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode Statistical Process Control (SPC), analisis dilakukan dengan P-chart, check sheet, diagram pareto, fishbone diagram, serta 5W+1H, berdasarkan data produksi dari Januari hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi belum sepenuhnya stabil karena data scrap kerap melebihi batas kendali statistik. Tiga faktor utama penyebab scrap diidentifikasi, yaitu aspek manusia, mesin, dan material. Oleh karena itu, direkomendasikan peningkatan pelatihan operator, pemeliharaan mesin secara berkala, dan pemilihan bahan baku yang sesuai spesifikasi sebagai solusi pengendalian kualitas.