Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar ekonomi nasional yang menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Namun, belum adanya klasifikasi yang berbasis data terhadap pelaku UMKM menyulitkan penyusunan kebijakan pembinaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan UMKM di Kota Bekasi berdasarkan modal, omzet, dan lokasi kecamatan menggunakan algoritma K-Means Clustering. Data sebanyak 7.923 baris digunakan setelah proses pembersihan dari 7.964 data awal. Penentuan jumlah cluster optimal menggunakan metode Davies-Bouldin Index (DBI) yang menghasilkan nilai terbaik pada K=3 (DBI = 0,5940). Proses clusterisasi dilakukan secara dua tahap, yaitu perhitungan manual terhadap 138 sampel data dan perhitungan otomatis menggunakan Python untuk seluruh data. Pada perhitungan manual, proses iterasi menunjukkan kondisi konvergen pada iterasi ke-3. Setiap iterasi melibatkan kalkulasi jarak Euclidean antara data dan centroid, diikuti pembaruan centroid berdasarkan rata-rata nilai anggota cluster. Hasil clusterisasi membagi UMKM menjadi tiga kategori: skala kecil, menengah, dan besar. UMKM skala kecil umumnya memiliki modal < Rp5 juta dan omzet < Rp5 juta, serta tersebar di Mustika Jaya, Pondok Gede, dan Bantar Gebang. Sementara itu, UMKM skala besar dominan di Bekasi Selatan, Medan Satria, dan Rawalumbu dengan modal dan omzet relatif tinggi. Model pengelompokan ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam perumusan kebijakan pembinaan UMKM berbasis spasial yang lebih efisien, adaptif, dan tepat sasaran.