Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia menghadapi berbagai tantangan kesejahteraan multidimensi yang cukup kompleks di 27 kabupaten/kota. Kesenjangan yang terjadi pada aspek ekonomi, kesehatan, dan pendidikan berpotensi menghambat pemerataan pembangunan serta menurunkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat berdasarkan indikator kesejahteraan masyarakat. Proses pengelompokan dilakukan menggunakan metode K-Means dan Hierarchical Clustering dengan memanfaatkan data indikator kesejahteraan masyarakat yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Jawa Barat dan Open Data Jabar. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode K-Means dengan jumlah delapan klaster menghasilkan model optimal dengan nilai silhouette score sebesar 0,219. Sementara itu, metode Hierarchical Clustering dengan pendekatan Ward Linkage menghasilkan delapan klaster dengan nilai silhouette score sebesar 0,202 sebagai pembanding. Hasil pengelompokan ini mampu memetakan karakteristik wilayah di Jawa Barat secara efektif, mulai dari kawasan metropolitan yang telah berkembang, wilayah industri dengan tantangan tertentu, hingga daerah di bagian selatan yang masih menghadapi permasalahan kesejahteraan multidimensi.