2 dari 3 sekolah masih melakukan proses penjadwalan secara konvensional yang menimbulkan permasalahan seperti bentrokan jadwal dan waktu penyusunan yang lama sekitar 1-3 hari seperti yang terjadi di SMK Yadika 13 Bekasi. Kompleksitas variabel seperti jumlah mata pelajaran, jumlah kelas, dan jumlah guru terkadang menyebabkan bentrokan jadwal yang harus diselesaikan secara manual oleh tim kurikulum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma genetika dengan tahapan pembangkitan populasi awal, evaluasi fitness, seleksi, crossover, mutasi, dan hasil. Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi 2 data yaitu data sampel dan data asli. Data sampel menggunakan 12 sampel penugasan guru dengan nilai parameter populasi 100, crossover rate 80%, mutation rate 5% dan maksimal generasi 500 menghasilkan jadwal tanpa bentrok dengan durasi sistem 0,03 detik. Data populasi menggunakan 396 penugasan guru dengan nilai parameter populasi 100, crossover rate 80%, mutation rate 50% dan maksimal generasi 10000 serta pemecahan jam mengajar menghasilkan jadwal tanpa bentrok dengan durasi sistem 140,19 detik.