Dalam upaya meningkatkan pengelolaan bisnis di era digital, kebutuhan akan sistem informasi yang mendukung operasional usaha semakin penting, terutama dalam pengelolaan stok barang. Stok yang dikelola dengan baik memungkinkan pemilik usaha menjaga keseimbangan antara ketersediaan produk dan permintaan pelanggan. Namun, di Toko Neneng, proses pencatatan stok dan perhitungan transaksi masih dilakukan secara manual melalui nota tertulis dan kalkulator, yang berisiko menimbulkan kesalahan pendataan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi point of sale (POS) berbasis web yang terintegrasi dengan algoritma K-Means untuk mengelompokkan produk berdasarkan tingkat penjualan. Sistem ini tidak hanya mempermudah pencatatan dan perhitungan transaksi secara digital, tetapi juga membantu dalam pengambilan keputusan suplai barang melalui klasifikasi prioritas: tinggi, menengah, dan rendah. Melalui pendekatan kuantitatif eksperimental dan metode pengembangan waterfall. Sistem ini berhasil mengelompokkan data produk secara otomatis. Hasilnya menunjukkan bahwa Indomie dan Abc Susu tergolong dalam prioritas tinggi dengan nilai masing masing 54,21 dan 55,74, sementara Mie Sedap, Malkist 18gr, Goodday Mocafrio, dan Chocopie masuk dalam prioritas menengah. Fitur kasir yang terintegrasi dalam sistem mampu mempercepat transaksi, mengurangi kesalahan hitung, dan memudahkan pelaporan penjualan serta manajemen stok. Secara keseluruhan, sistem ini berhasil meningkatkan kinerja operasional bisnis dan mengurangi risiko kehabisan stok di Toko Neneng.