Pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di wilayah RT 04 RW 02 Desa Setiadarma Kecamatan Tambun Selatan, menghadapi tantangan besar akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan sarana prasarana yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah, serta menganalisis timbulan dan komposisi sampah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui penyebaran kuesioner dan wawancara kepada warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 41% masyarakat mengetahui bahaya membakar sampah, dan hanya 38% yang memahami dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Namun, 83% responden menunjukkan kesadaran yang cukup baik terhadap bahaya membuang sampah sembarangan. Tidak tersedianya TPS 3R dan tempat sampah rumah tangga menyebabkan masyarakat terbiasa membakar atau membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan serta dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah. Pengelolaan sampah dengan prinsip 5R (reduce, reuse, recycle, recovery, replace) menjadi solusi yang direkomendasikan untuk menciptakan sistem pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di kawasan tersebut.