PT Sungsan Global merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan komponen logam untuk kebutuhan industri. Aktivitas kerja di bagian produksinya memiliki potensi risiko ergonomi yang tinggi akibat beban kerja fisik, postur kerja tidak alami, dan durasi kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak penerapan ergonomi terhadap tingkat keluhan kerja yang dialami pekerja di bagian produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Penilaian risiko ergonomi dilakukan dengan menggunakan metode Matriks Ergonomi (ME) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% pekerja mengalami keluhan nyeri otot di bagian punggung, bahu, dan tangan. Sebanyak 40% pekerja tergolong risiko tinggi berdasarkan Matriks Ergonomi, serta mayoritas pekerja memiliki skor RULA 6–7 yang menunjukkan perlunya intervensi segera terhadap kondisi kerja. Faktor penyebab utamanya adalah postur kerja membungkuk, pengangkatan beban secara manual, serta kurangnya alat bantu kerja. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan desain kerja sesuai antropometri, penyediaan alat bantu angkat, pengaturan waktu kerja, pelatihan ergonomi, dan penerapan istirahat aktif.