Komunikasi Pertunjukan Komika Perempuan dalam Panggung Stand Up Comedy. Penelitian ini bertujuan memahami proses komunikasi pertunjukan dan negosiasi identitas komika perempuan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini melihat pengalaman komika dalam tiga fase pertunjukan. Data dikumpulkan melalui wawancara yang dilakukan secara daring melalui Direct Message Instagram terhadap tujuh komika perempuan komunitas Stand Up Indo Jabodetabek, serta observasi non-partisipan secara langsung pada aktivitas panggung (luring) dan pembedahan rekaman pertunjukan melalui media digital (daring). Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika rasa aman yang tidak selalu konsisten dalam pengalaman komika perempuan. Pada fase pra-pertunjukan, komika mengelola kecemasan dan pengalaman personal sebelum tampil. Pada fase pertunjukan, panggung menjadi ruang yang relatif aman untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman secara terbuka. Namun, pada fase pasca-pertunjukan, muncul kembali kerentanan, baik terkait kondisi lingkungan dan waktu pulang yang larut maupun tekanan psikologis ketika penampilan tidak diterima audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa panggung stand up comedy dapat menjadi ruang yang memberi kekuatan bagi komika perempuan, tetapi rasa aman tersebut tidak selalu berlanjut di luar pertunjukan.