Skripsi ini mengekplorasi integrasi filosofi Lean Thinking untuk meningkatkan keselamatan pada operasi lepas pantai (offshore). Meskipun industri migas telah memiliki standr keselamatan khusus yag sangat amat ketat, karena kecelakaan berat seperti Piper Alpha dan Deepwater Horizon menunjukkan bahwa sistem konvensional yang bersfiat top-down dan hanya faktor manusia dan organisasi. Penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan ini mengusulkan Lean Thinking sebagai kerangka kerja holistik yang melengkapi sistem manajemen keselamatan melalui dua pilar utama: perbaikan berkelanjutan (Kaizen) dan rasa hormat terhadap orang. Dengan mengidentifikasi delapan jenis pemborosan (DOWNTIME) yang berdampak langsung pada risiko keselamatan-seperti cacat, menunggu, dan talenta yang tidak dimanfaatkan organisasi dapat menciptakan proses kerja yang lebih efisien dan aman. Integrasi ini, yang dikenal sebagai Lean Safety, berupaya memberdayakan karyawan digrasi depan untuk secara aktif terlibat dalam mitigasi risiko, sehingga keselamatan tidak lagi sekadar kewajiban regulasi tetapi menjadi nilai inti yang terintegrasi dalam setiap aspek operasional perusahaan.