Penelitian ini mengkaji transformasi pengelolaan media informasi pada Hotel Dirgahayu-A di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan di Kota Medan yang menuntut adaptasi dari strategi konvensional ke arah digital. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk mengidentifikasi jenis media informasi yang digunakan, menganalisis strategi penerapannya melalui pendekatan Media Richness Theory (MRT), serta mendeskripsikan dampak dari transformasi tersebut dalam membangun kesadaran merek mulai dari tahap brand recognition hingga mencapai top of mind di kalangan calon pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hotel Dirgahayu-A berhasil membangun brand awareness melalui integrasi media digital dan konvensional secara multichannel yang mencakup platform visual (TikTok dan Instagram), basis data lokasi (Google Maps), saluran transaksi (OTA), serta instrumen fisik seperti spanduk dan pelayanan front office. Berdasarkan Media Richness Theory, strategi ini mengombinasikan media tingkat tinggi untuk interaksi personal, media tingkat menengah untuk validasi reputasi, dan media tingkat rendah untuk informasi fungsional yang terstruktur. Penerapan media yang terintegrasi ini terbukti secara efektif meningkatkan visibilitas merek, memperkuat brand recall melalui konsistensi identitas visual, hingga mencapai posisi top of mind awareness yang ditandai dengan peningkatan jumlah reservasi dan kepercayaan konsumen secara signifikan.