Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kasih sayang ibu asuh dalam film Air Mata di Ujung Sajadah. Fokus penelitian ini diarahkan pada bagaimana makna kasih sayang dan keibuan nonbiologis dibangun melalui narasi, dialog, dan visual film. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan teori representasi Stuart Hall, khususnya pendekatan kontruksionis, untuk memahami proses pembentukan makna keibuan alternatif dalam teks film. Data penelitian diperoleh melalui analisis terhadap sepuluh scene terpilih yang merepresentasikan relasi pengasuhan antara ibu asuh dan anak, konflik antara ibu biologis dan nonbiologis, serta dilema emosional dalam pengambilan keputusan pengasuhan. Analisis dilakukan dengan sistem tanda yang terdiri elemen visual, ekspresi, dialog, gesture. Hasil penelitian menunjukan bahwa film Air Mata di Ujung Sajadah menggambarkan kasih sayang ibu asuh sebagai praktik pengasuhan yang didasarkan pada empati emosional, tanggung jawab, dan kepentingan terbaik anak tidak hanya berdasarkan ikatan biologis. Kehadiran, komitmen emosional, dan proses pengasuhan membentuk peran ibu. Film menunjukan konflik keibuan sebagai proses pertimbangan moral dan sosial. Penelitian ini menemukan bahwa representasi kasih sayang ibu asuh dalam film tersebut memperluas pemahaman keibuan dalam keluarga nonbiologis. Selain itu, film menegaskan bahwa kasih sayang tidak hanya ditunjukan sebagai kepemilikan, melainkan keikhlasan dan pelepasan emosional demi kepentingan anak.