Komunikasi risiko merupakan aspek penting dalam penyampaian informasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan kerja berisiko tinggi, seperti sektor kepelabuhanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan komunikasi risiko K3 pada karyawan Terminal Peti Kemas Koja (TPK Koja). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi risiko K3 di TPK Koja telah dilakukan melalui berbagai saluran, seperti briefing keselamatan, sosialisasi K3, dan media visual keselamatan. Namun, masih terdapat kendala dalam konsistensi penyampaian informasi serta pemahaman karyawan terhadap risiko kerja tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam kajian komunikasi risiko K3 serta menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi keselamatan kerja.