Radio adalah media massa yang berfokus pada audio dan mengandalkan komunikasi verbal dan nonverbal penyiar untuk menyampaikan informasi kepada pendengar. Gaya komunikasi penyiar merupakan elemen krusial dalam menciptakan atmosfer siaran, membangun keakraban, dan menjaga perhatian pendengar terhadap program tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi penyiar dalam program DJ Sore di Gen 98.7 FM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten sebagai dasar analisis, mengacu pada konsep analisis konten menurut Krippendorff. Analisis konten diterapkan untuk mengamati makna dari komunikasi siaran radio sebagai teks yang signifikan berkaitan dengan konteks pemakaiannya. Data penelitian diperoleh dari rekaman siaran program DJ Sore di 98.7 FM. Data dianalisis melalui analisis konten Krippendorff dengan melalui beberapa tahap yaitu Unitizing, Sampling, Recording or coding, Reducing, Inferring, Naratting. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penyiar menggunakan berbagai gaya berkomunikasi, seperti Friendly Style , Attentive Style, Relaxed Style, Animated Style, Dramatic Style, Impression Leaving Style, Open Style, Dan Dominant Style. Gaya komunikasi yang paling menonjol adalah Friendly Style, ditandai dengan bahasa yang santai, ramah, serta pendekatan sebagai teman bagi pendengar, sementara Attentive Style muncul sebagai gaya pendukung utama dengan memperhatikan kebutuhan pendengar dan memilih topik yang relevan. Gaya komunikasi yang bervariasi ini diterapkan dengan fleksibel agar sesuai dengan kebutuhan segmen siaran dan karakteristik pendengar pada sore hari, yang menghasilkan komunikasi dinamis dan mampu mempertahankan kenyamanan serta keterlibatan pendengar.