Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi persuasif guru dalam membina siswa pelanggar tata tertib. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari informan dua wali kelas dan satu guru bimbingan dan konseling yang terlibat langsung dalam pembinaan siswa pelanggar tata tertib di SMPN 11 Tambun Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan beberapa teknik seperti asosiasi dengan melalui contoh dan analogi kehidupan di masa depan dan dampaknya di masyarakat, menjelaskan dampak buruk yang akan terjadi apabila terus dilakukan, mengajak siswa untuk berempati dan membayangkan posisi orang lain yang terdampak oleh perilakunya. Integrasi dengan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kondisi dan cara berpikir siswa, memahami perasaan dan berbicara dengan sudut pandang siswa, guru tidak menempatkan diri sebagai pihak yang menghakimi tetapisebagai sosok yang berusaha memahami kondisi siswa. Teknik tataan dengan menyusun pesan agar mudah dipahami siswa, dan red-herring dengan mengalihkan perhatian agar tidak terpaku pada alasan siswa, tetapi mengalihkan pembicaraan ke nilai tanggung jawab. Empat teknik komunikasi persuasif dari lima teknik menurut Devito (2009 menjadi temuan utama karena berperan penting dalam membantu menganalisis data penelitian yang secara konsisten muncul dalam pembinaan yang dilakukan oleh guru. Melalui teknik-teknik tersebut, guru berupaya memberikan pemahaman, kesadaran serta tanggung jawab, bukan semata-mata pada pemberian ganjaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi persuasif berperan penting dalam proses pembinaan siswa pelanggar tata tertib, meskipun masih menghadapi kendala seperti kerjasama antar orang tua.