Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua dan Remaja Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam untuk Mencegah Seks Pranikah di Kampung Teluk Buyung RT.001 RW.09
Saat ini, pacaran sudah menjadi hal yang dianggap biasa saja oleh sebagian masyarakat muslim, karena saat ini pacaran sendiri sudah seperti satu langkah wajib dalam hubungan sebelum menuju pernikahan, namun sayangnya beberapa orang terutama remaja terkedang lupa dalam memberikan batasan dalam hubungan pacaran mereka. Di dasari pada survei yang dilakukan oleh BKKBN pada tahun 2024, ada cukup banyak remaja di Indonesia dengan rentang usia 15-19 tahun yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Penelitian ini sendiri berfokus untuk mencari tahu bagaimana komunikasi interpersonal yang terjadi antara orang tua dan remaja dalam menanamkan nilai-nilai Islam untuk mencegah seks pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data utama pada penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara terhadap orang tua dan remaja kampung Teluk Buyung RT.001 RW.09, dan data pendukung yang diperoleh menggunakan metode dokumentasi. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak yang terjadi di kampung Teluk Buyung RT.001 RW.09, terjadi secara berulang dan bersifat dinamis, yang dimana komunikasi yang terjadi sifatnya tidak selalu dua arah atau satu arah melainkan dapat berubah-ubah. Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan orang tua dalam mengajarkan nilai-nilai Islam pada anak meliputi, kedekatan, empati, konsistensi, kejelasan, dan individu. Saran dalam penelitian ini ditunjukan pada orang tua dan remaja di kampung Teluk Buyung RT.001 RW.09, terutama untuk orang tua yang dimana penting untuk dapat terus mengajarkan nilai-nilai Islam pada anak untuk membantu dalam mencegah anak melakukan seks pranikah.