Perkembangan industri parfum lokal di Indonesia menunjukkan persaingan yang semakin kompetitif, tidak hanya pada aspek kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan merek dalam membangun pengalaman yang bermakna bagi konsumen. Fenomena ini mendorong pentingnya pendekatan multisensori dalam merangkai brand experience yang mampu menciptakan keterikatan emosional dan persepsi positif terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsumen memaknai pengalaman multisensori yang dihadirkan oleh produk parfum lokal HMNS dalam merangkai brand experience. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap konsumen HMNS yang memiliki pengalaman langsung menggunakan produk. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola makna, persepsi, dan pengalaman sensorik yang dirasakan konsumen, meliputi aspek visual, olfaktori, taktil, auditori, serta narasi emosional yang dibangun oleh merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman multisensori HMNS tidak hanya dipersepsikan sebagai rangsangan inderawi, tetapi membentuk asosiasi emosional, memori, dan identitas diri konsumen. Aroma khas, desain kemasan, konsistensi visual media sosial, serta storytelling merek berkontribusi dalam membangun citra merek yang autentik dan memperkuat keterikatan emosional, sebelum pengalaman tersebut diekspresikan konsumen dalam bentuk cerita dan rekomendasi, yang kemudian menjadi dasar bagi konsumen dalam memaknai dan mengomunikasikan pengalaman merek tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan multisensori berperan penting dalam membangun brand experience yang holistik, meningkatkan preferensi, serta mendorong loyalitas konsumen terhadap merek parfum lokal HMNS.